Kapolsek Manna Ipda Edo Ardo, SH saat mengecek langsung lokasi kapal tongkang yang terdampar.
BENGKULU SELATAN – Komitmen Polri dalam memberikan pelayanan cepat dan responsif kepada masyarakat kembali ditunjukkan jajaran Polsek Manna, Polres Bengkulu Selatan. Di bawah kepemimpinan Kapolsek Manna, Ipda Edo Ardo, SH, personel bergerak cepat menindaklanjuti laporan warga terkait keberadaan sebuah tongkang pengangkut barang yang terdampar di Pantai Desa Gunung Kayo, Kecamatan Bunga Mas, Kabupaten Bengkulu Selatan, Senin (8/6/2026).
Informasi mengenai tongkang tersebut diterima oleh petugas piket Polsek Manna sekitar pukul 15.00 WIB. Tanpa menunggu waktu lama, Kapolsek Manna langsung menginstruksikan personel untuk menuju lokasi guna memastikan kebenaran informasi sekaligus melakukan langkah-langkah pengamanan.

Setibanya di lokasi, petugas mendapati sebuah tongkang bertuliskan Star Marine 3301 terdampar sekitar 30 meter dari garis pantai. Tongkang berukuran besar dengan panjang diperkirakan mencapai 100 meter itu dalam kondisi kosong tanpa muatan maupun awak kapal di dalamnya.
Kapolsek Manna, Ipda Edo Ardo, SH, mengatakan bahwa langkah cepat yang dilakukan merupakan bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat untuk memberikan rasa aman dan mencegah munculnya potensi gangguan keamanan maupun keselamatan warga.
“Begitu laporan diterima, kami langsung merespons dengan mendatangi lokasi untuk memastikan kondisi sebenarnya. Kehadiran personel di lapangan bertujuan memberikan rasa aman kepada masyarakat serta mengantisipasi kemungkinan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar Ipda Edo Ardo.
Dari hasil pengecekan awal, tongkang diduga terlepas dari kapal penarik akibat tali penghubung yang putus atau lepas saat berada di perairan. Meski tidak ditemukan adanya korban maupun kerusakan yang membahayakan masyarakat, Polsek Manna tetap mengambil langkah preventif dengan mengamankan area sekitar lokasi.
Selain melakukan pengamanan, personel Polsek Manna juga memberikan imbauan kepada warga yang berdatangan ke lokasi agar tidak menaiki maupun memasuki tongkang. Langkah tersebut dilakukan demi mencegah risiko kecelakaan mengingat kondisi kapal yang belum diketahui secara pasti.
Tidak hanya berhenti pada pengamanan lokasi, Kapolsek Manna juga segera membangun koordinasi lintas sektoral dengan berbagai instansi terkait. Koordinasi dilakukan bersama BPBD Bengkulu Selatan, TNI Angkatan Laut, Sat Polairud Polres Bengkulu Selatan, Babinsa, serta personel Samapta Polres Bengkulu Selatan guna memastikan penanganan dapat berjalan optimal.
“Kami mengedepankan sinergitas dengan seluruh pihak terkait agar proses penanganan dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam setiap langkah yang kami ambil,” tegas Kapolsek.
Respons cepat yang ditunjukkan jajaran Polsek Manna mendapat apresiasi dari masyarakat setempat. Kehadiran polisi di lokasi dinilai mampu memberikan ketenangan sekaligus memastikan situasi tetap aman dan kondusif meski keberadaan tongkang sempat menarik perhatian warga.
Selanjutnya, proses penyelidikan terkait identitas pemilik tongkang dan upaya evakuasi akan dilakukan oleh TNI AL bersama Kantor Syahbandar Perwakilan Bintuhan-Linau serta unsur terkait lainnya. Sementara itu, Polsek Manna akan terus melakukan pemantauan dan pengamanan hingga seluruh proses penanganan selesai.
Langkah cepat yang dilakukan Kapolsek Manna beserta anggotanya menjadi bukti nyata implementasi Polri Presisi yang senantiasa hadir memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Melalui respons yang cepat, koordinasi yang solid, serta tindakan preventif yang tepat, situasi di lokasi tongkang terdampar dapat tetap terjaga aman dan kondusif. (C4k)
